Friday, December 7, 2018

FUNGSI - FUNGSI DARI PROTOKOL

  1. ICMP (Internet Control Message Protocol)
    • Membantu proses eror handling/melaporkan apabila terjadi eror pada sebuah jaringan.
    • Membantu control prosedureatau prosedur pengaturan pada sebuah jaringan.
    • Menyediakan pengendalian eror dan pengendalian arus pada network layer atau lapisan jaringan.
    • Mendeteksi terjadinya eror pada jaringan seperti connection lost, kemacetan jaringan dan sebagainya.
  2. POP3 (Post Office Protocol Versi 3)

    Fungsi utama dari POP3 ini adalah untuk menyimpan sementara email yang terkirim di dalam sebuah email server, dan kemudian meneruskannya ke dalam email client, dimana baru akan terespon ketika email tersebut sudah dibuka oleh user yang berhak (dalam hal ni adalah mereka yang memegang username dan juga password dari alamat email).
  3. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
    Digunakan untuk membantu user mengirimkan surat elektronik kepada penerima. Jadi dengan menggunakan protocol SMTP ini, maka anda sebagai seorang user dapat mengirimkan pesan elektronik atau email kepada penerima.
  4.  FTP (File Transfer Protocol)
    Fungsi FTP adalah yang utama melakukan pertukaran file dalam jaringan.
    Fungsi FTP adalah Protokol yang melakukan  trasfer file dalam suatu network yang mensupport TCP/IP protokol. Fungsi FTP adalah mempermudah dalam pembagian file-file, mempercepat secara tak langsung atau implicyt menggunakan komputer remote, melindungi user dari berbagai file storage system antar host. 

    5. ARP (Address Resolution Protocol)

    Fungsinya ARP adalah untuk meningkatkan keamanan. Dalam mikrotik, masukan ARP bisa didapat secara dynamic. Namun untuk meningkatkan keamanan, kita dapat memasukkan ARP static secara manual. Dengan hanya membolehkan sebuah router me-reply hanya untuk masukan ARP static pada tabel ARP, maka akan membatasi akses ke router dan jaringan di belakang router, yang hanya untuk IP address atau mac address dengan kombinasi.

    Kelebihan dan Kekuranga  ipv4 dan ipv6 

    1.  Internet Protokol versi 4

            Kelebihan :
    -    Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
    -    Pengelolaan rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masing-masing hostnya.

    Kekurangan :
    -    Panjang alamat 32 bit (4bytes).
    -    Dikonfigurasi secara manual atau DHCP IPv4.
    -    Dukungan terhadap IPSec opsional.
    -    Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.
    -    IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat). IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.

    2.  Internet Protokol versi 6
            Kelebihan :
    -    Format header baruHeader baru IPv6 lebih efisien daripada header pada IPv4 (karena memiliki overhead yang lebih kecil). Hal ini diperoleh dengan menghilangkan beberapa bagian yang tidak penting atau opsional.
    -    Jumlah alamat yang jauh lebih besarDengan spesifikasi bit untuk alamat standar sebanyak 128-bit memiliki arti IPv6 akan mampu menyediakan 2128 kemungkinan alamat unik. Walaupun tidak semuanya akan dialokasikan namun sudah cukup untuk keperluan masa mendatang sehingga teknologi semacam NAT pada IPv4 sudah tidak perlu lagi digunakan.
    -    Infrastruktur routing dan addressing yang efisien dan hirarkis. Arsitektur pengalamatan IPv6 yang hirarkis membuat infrastruktur routing menjadi efisien dan hirarkis juga. Adanya konsep skup juga memudahkan dalam manajemen pengalamatan untuk berbagai mode teknologi transmisi.
    -    Kemampuan Plug-and-play melalui stateless maupun statefull address auto-configuration. Pada teknologi IPv6, sebuah node yang memerlukan alamat bisa secara otomatis mendapatkannya (alamat global) dari router IPv6 ataupun cukup dengan mengkonfigurasi dirinya sendiri dengan alamat IPv6 tertentu (alamat link local) tanpa perlu adanya DHCP server seperti pada IPv4. Hal ini juga akan memudahkan konfigurasi. Hal ini penting bagi kesuksesan teknologi pengalamatan masa depan karena di Internet masa depan nanti akan semakin banyak node yang akan terkoneksi. Perangkat rumah tangga dan bahkan manusia pun bisa saja akan memiliki alamat IP. Tentu saja ini mensyaratkan kesederhanaan dalam konfigurasinya. Mekanisme konfigurasi otomatis pada IPv6 ini akan memudahkan tiap host untuk mendapatkan alamat, menemukan tetangga dan router default bahkan menggunakan lebih dari satu router default untuk redundansi dengan efisien.
    -    Keamanan yang sudah menjadi standar built-in.Jika pada IPv4 fitur IPsec hanya bersifat opsional maka pada IPv6 fitur IPsec ini menjadi spesifikasi standar. Paket IPv6 sudah bisa secara langsung diamankan pada layer network.
    -    Dukungan  yang lebih bagus untuk QoSAdanya bagian (field) baru pada header IPv6 untuk mengidentifikasi trafik (Flow Label) dan Traffic Class untuk prioritas trafik membuat QoS yang lebih terjamin bisa diperoleh, bahkan ketika payload dari paket terenkripsi dengan IPSec dan ESP.
    -    Berbagai protokol baru untuk keperluan interaksi antar node.
    Adanya protokol baru misalnya Network Discovery dengan komunikasi multicast dan unicast yang efisien bisa menggantikan komunikasi broadcast ARP untuk menemukan neighbor dalam jaringan.
    -    Ekstensibilitas.
    Di masa depan IPv6 dapat dikembangkan lagi fitur-fiturnya dengan menambahkanya pada extension head.

            Kekurangan :
    -    Operasi IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau lunak) yang baru yang mendukungnya.
    -    Harus ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan IPv4, sebab masih banyak layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4.


     

Thursday, October 25, 2018

PENJELASAN JENIS-JENIS TOPOLOGI JARINGAN SERTA KEKURANGAN DAN KELEBIHANNYA

PENJELASAN JENIS-JENIS TOPOLOGI JARINGAN SERTA KEKURANGAN DAN KELEBIHANNYA

Penjelasan Topologi Jaringan


Topologi jaringan komputer merupakan suatu teknik untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya yang merangkai menjadi sebuah jaringan.

Ada beberapa macam jenis-jenis Topologi Jaringan, Berikut penjelasan serta kekurangan dan kelebihan jenis-jenis Topologi Jaringan :

  1. Topologi Ring


     
    Disebut topologi ring karena bentuknya seperti cincing yang melingkar. Semua komputer dalam jaringan akan di hubungkan pada sebuah cincin. Topologi Ring adalah cara menghubungkan komputer untuk menjadikan sebuah komputer dengan konfigurasi melingkar. Pada jaringan ini sebuah komputer dapat berfungsi sebagai server.

    Kekurangan Topologi Ring:
    • Kerusakan pada salah satu media pengirim/terminal dapat melumpuhkan kerja seluruh jaringan.
    • Paket data harus melewati setiap komputer antara pengirim dan penerima, sehingga menjadi lebih lambat.
    • Pengembangan jaringan menjadi lebih kaku karena penambahan terminal atau node menjadi lebih sulit bila port sudah habis.
    • Kerusakan jaringan sulit di deteksi. 

    Kelebihan Topologi Ring:

    • Biaya pembuatan jaringan lebih mudah karena kabel digunakan cenderung lebih sedikit.
    • Sambungan antar komputer Secara langsung dapat  mengurangi error transmission.
    • Kegagalan koneksi dapat diatasi dengan penggunaan jalur lain yang masih terhubung.
    • Dapat melayani aliran lalu lintas data yang padat.
  2. Topologi Dual Ring

    Cara kerja pada topologi dual ring sama seperti topologi ring akan tetapi topologi dual ring setiap node memiliki 2 Sehingga setiap perangkat nantinya dapat bekerja sama untuk mendapatkan sinyal dari sebelumnya dan diteruskan ke node yang selanjutnya. Pada proses penerimaan sinyal serta penerusan sinyal data akan dibantu dengan alat yang bernama token. Selain itu topologi dual ring berfungsi sebagai backup transmission jika salah 1 node pada topologi tersebut tidak berfungsi.

    Kekurangan Topologi Dual Ring:
    • Penggunaan kabel lebih boros.
    • Topologi ini cukup sulit, karena harus mengatur arah data agar tidak terjadi collison.

    Kelebihan Topologi Dual Ring:
    • Bisa sebagai backup transmission jika salah 1 node pada topologi tersebut tidak berfungsi.
  3. Topologi Bus



    Topologi bus ini sering juga disebut sebagai topologi backbone, dimana ada sebuah kabel coaxial yang dibentangkan kemudian beberapa komputer dihubungkan pada kabel tersebut.
    Pada Penyambungan topologi bus, komputer komputer dirangkai dalam sebuah rangkaian yang sejajar.

    Kekurangan Topologi Bus:
    • Terjadi pengurangan sinyal pada titik terjauh dari server.
    • Deteksi kerusakan cukup sulit.
    • Jika kabel utama (bus) atau backbone putus maka komunikasi gagal.
    • Bila kabel utama sangat panjang maka pencarian gangguan menjadi sulit. 
    • Kemungkinan akan terjadi tabrakan data(data collision) apabila banyak client yang mengirim pesan dan ini akan menurunkan kecepatan komunikasi. 
    • Keamanan data kurang terjamin.
    • Diperlukan repeater untuk jarak jauh.
    Kelebihan Topologi Bus:
    • Layout kabel sederhana sehingga instalasi relatif lebih mudah.
    • Kerusakan satu komputer client tidak akan mempengaruhi komunikasi antar client lainnya.
    • Penambahan dan pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan. 

  4. Topologi Star



    Disebut topologi star karena bentuknya seperti bintang, sebuah alat yang disebut concentrator bisa berupa hub atau switch menjadi pusat, dimana semua komputer dalam jaringan dihubungkan ke concentrator ini.
    Pada topologi star komputer sebagai server berada di pusat konfigurasi.

    Kekurangan Topologi Star:
    • Kegagalan pusat kontrol (simpul pusat) memutuskan semua komunikasi.
    • Biaya pembuatan jaringan relatif mahal karna membutuhkan lebih banyak kabel.
    • Bila yang digunakan sebagai pusat kontrol adalah HUB maka kecepatan akan berkurang sesuai dengan penambahan komputer, semakin banyak semakin lambat. 
    • Kondisi HUB harus tetap dalam kondisi baik, kerusakan HUB berakibat lumpuhnya seluruh link dalam jaringan sehingga computer tidak dapat saling berkomunikasi.

    Kelebihan Topologi Star:
    • Karena setiap komponen dihubungkan langsung ke server  maka pengelolaan menjadi mudah.
    • Deteksi masalah jaringan lebih mudah.
    • Kegagalan pada satu komponen/terminal tidak mempengaruhi komunikasi terminal lain. 
    • Pengembangan jaringan lebih fleksibel.
  5. Topologi Mesh



    Topologi Mesh adalah topologi yang tidak memiliki aturan dalam koneksi. Karena tidak teratur maka kegagalan komunikasi menjadi sulit dideteksi, dan ada kemungkinan boros dalam pemakaian media transmisi. Setiap perangkat terhubung secara langsung keperangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated link).

    Kekurangan Topologi Mesh:
    • Setiap perangkat harus memiliki I/O port. Butuh banyak kabel sehingga butuh banyak biaya.
    • Instalasi dan konfigurasi lebih sulit karena komputer yang satu dengan yang lain harus terkoneksi secara langsung.
    • Biaya yang besar untuk memelihara hubungan yang berlebih.
    Kelebihan Topologi Mesh:
    • Dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat tujuan.
    • Data dapat di kirim langsung ke computer tujuan tanpa harus melalui computer lainnya lebih cepat. Satu link di gunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang di tuju.
    • Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan mempengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.


  6. Topologi Tree



    Topologi pohon adalah pengembangan atau generalisasi topologi bus. Media transmisi merupakan satu kabel yang bercabang namun loop tidak tertutup. Pada topologi pohon sebuah komputer dihubungkan sehingga menghasilkan sebuah konfigurasi Berbentuk pohon. Sebuah Komputer yang berada di pucuk topologi berfungsi sebagai server.

    Kekurangan Topologi Tree:
    • Karena bercabang maka diperlukan cara untuk menunjukkan kemana data dikirim, atau kepada siapa transmisi data ditujukan.
    • Perlu suatu mekanisme untuk mengatur transmisi dari terminal terminal dalam jaringan.
    • Biaya yang digunakan akan sangat tinggi karna kabel yang digunakan lebih banyak sehingga diperlukan perencanaan yang matang dalam pengaturannya, termasuk di dalamnya adalah tata letak ruangan. 
    • HUB menjadi elemen kritis.

    Kelebihan Topologi Tree:
    • Memungkinkan untuk memiliki jaringan point to point.
    • Mengatasi keterbatasan pada topologi star, yang memiliki keterbatasan pada titik koneksi hub.
    • Topologi tree membagi seluruh jaringan menjadi bagian yang lebih mudah diatur. 
    • Mampu menjangkau jarak yang lebih jauh dengan mengaktifkan fungsi Repeater yang dimiliki oleh HUB.
     
  7. Topologi Hybrid


    Topologi Hybrid adalah kombinasi dari dua atau lebih topologi berbeda berpadu menjadi satu bentuk baru pada sistem jaringan komputer. Bila topologi berbeda terhubung ke satu sama lainya dan tidak menampilkan satu karakteristik topologi tertentu maka bentuk desain jaringan ini disebut topologi jaringan hybrid.


    Kekurangan Topologi Hybrid:
    • Pengelolaan topologi lebih sulit, karena merupakan penggabungan beberapa bentuk menjadi topologi hybrid.
    • Biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan topologi jaringan yang murni dalam satu bentuk, karena biaya penambahan hub dan biaya pengkabelan yang meningkat untuk membangun bentuk topologi ini.
    • Instalasi dan konfigurasi lebih sulit, karena ada topologi yang berbeda yang harus dihubungkan satu sama lainnya, pada saat yang sama harus dipastikan bahwa tidak satupun dari node dijaringan gagal berfungsi sehingga membuat instalasi dan konfigurasi topologi hybrid menjadi sangat sulit.  

    Kelebihan Topologi Hybrid:
    • Topologi jaringan hybrid dirancang sedemikiana rupa sehingga dapat diterapkan  untuk sejumlah lingkungan jaringan yang berbeda.
    • Ketika link tertentu dalam jaringan komputer mengalami gangguan, tidak menghambat kerja dari jaringan lainnya.
    • Memiliki toleransi kesalahan yang lebih baik ketika sejumlah topologi berbeda terhubung ke satu sama lain. 
    • Kecepatan topologi konsisten, oleh sebab itu topologi jaringan hybrid sangat efisien. 
    • Perluasan jaringan lebih mudah tanpa harus merombak topologi jaringan yang teleh terbangun sebelumnya.